Business Ethics & Good Governance
Konsep & Teori Etika Bisnis
Dosen: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Disusun oleh:
Dyah Ruth Wulandari
55117120098
Program Magister Management
2018
Daftar Isi
Cover
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Kata Pengantar
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Etika
A. Pengertian Etika Berdasar Bahasa
B. Pengertian Etika Menurut Para Ahl
2.2 Etika Pribadi dan Etika Bisnis
2.2.1 Etika Pribadi
2.2.2 Etika Bisnis
A. Definisi Etika Bisnis Menurut Para Ahli
B. Perkembangan Etika Bisnis
C. Tujuan Etika Bisnis
D. Pendekatan Etika Bisnis
E. Prinsip Etika Bisnis
F. Kebutuhan Etika Bisnis
2.3 Hukum & Moralitas
2.3.1 Hukum
2.3.2 Moralitas
2.3.3 Pebedaan Antara Hukum & Moralitas
2.3.4 Hubungan Hukum & Moralitas
2.4 Moralitas
2.4.1 Pengertian Moral
A. Secara Etimologi
B. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
C. Menurut Para Ahli
D. Moralitas & Perilaku
E. Moralitas & Hati Nurani
2.5 Etika Profesional
2.5.1 Definisi Etika Profesional
2.5.2 Pentingnya Etika Profesional
2.6 Etika Manajemen
2.6.1 Arti Etika Manajemen
2.6.2 Jenis Etika Manajemen
2.6.3 Pedoman Perilaku Beretika
2.6.4 Pendekatan Manajemen Etika
2.6.5 Hambatan Etika Manajemen
2.6.6 Solusi Hambatan Etika
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
Untuk menjalani kehidupan yang bermakna mekipun belum mencapai tingkat kesempurnaan secara praktek, di antara erosi nilai, moral, dan integritas, beberapa kode perilaku harus ditetapkan dan diikuti dengan jujur.
Etika didalam kehidupan bermasyarakat, bernegara hingga sampai tingkat internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia berinteraksi. Sistem pengaturan kehidupan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dalam bernegara dan lain-lain. Berbagai bentuk contoh interaksi hubungan kehidupan manusia diatas ada aturan atau pedoman yang tertulis maupun tidak tertulis.
Bentuk pedoman tersebut dilakukan untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar memiliki hidup yang bahagia, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal tersebut yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Dalam dunia bisnis, diperlukan etika untuk mengelola dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang.
Lalu apa itu etika bisnis? Etika bisnis dipahami sebagai cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat. Dalam perusahaan, etika bisnis dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan hingga pimpinan dalam membangun hubungan yang baik, adil, dan sehat dengan pelanggan, rekan kerja, pemegang saham, hingga masyarakat. Etika bisnis juga dapat menjadi salah satu standar bagi seluruh karyawan, termasuk manajemen.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti ―timbul dari kebiasaan‖. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) (id.wikipedia.org).
Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi, yaitu (Bertens, 2000):
Bahasa Belanda à bedrijfsethiek (etika perusahaan).
Bahasa Jerman à Unternehmensethik (etika usaha).
Bahasa Inggris à corporate ethics (etika korporasi)
B. Pengertian Etika Menurut Para Ahli
• Menurut Aristoteles
Ia mendefinisikan arti etika menjadi 2 pengertian yaitu: Terminius Technicus dan Manner and Cutom. Terminius Technicus ialah sebuah etika yang dipelajari sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan manusia. Manner and Cutom adalah sebuah pembahasan etika yang berhubungan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam diri manusia. Sangat terkait dengan “baik & buruknya” suatu perilaku, tingkah, atau perbuatan manusia.
• Menurut Prof. Robert Salemon
Etika adalah :
(1.) Karakter Individu,
(2.) Hukum yang social (mengatur, mengendalikan dan membahas prilaku manusia).
• Menurut Fagothey : Pengertian Etika adalah studi tentang kehendak menusia yang berhubungan dengan benar dan salah dalam bertindak.
• Menurut Kattsoff : Etika sebenarnya lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia.(Zakky,2018)
• Menurut Bertens : Nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Analisis Arti Etika
Dibedakan menjadi dua jenis etika (Bertens, 2000) :
a. Etika sebagai Praktis
Nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan walaupun seharusnya dipraktekkan.
Apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
b. Etika sebagai Refleksi
Pemikiran moral berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya.
Menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang.
Dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.
Etika merupakan filsafat / pemikiran kritis dan rasional mengenal nilai dan norma moral yg menentukan dan terwujud dalam sikap dan pada perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok. (Hapzi,2018)
Pembahasan bidang yang paling aktual mengenai etika saat ini adalah sebagai berikut :
• Etika terhadap sesama
• Etika keluarga
• Etika profesi
• Etika politik
• Etika lingkungan
• Etika idiologi
Pengertian etika secara umum adalah suatu peraturan atau norma yang bisa digunakan sebagai acuan bagi perilaku seseorang yang berkaitan dengan sifat yang baik dan buruk yang dilakukan oleh seseorang serta merupakan suatu kewajiban dan tanggungan jawab moral.(Zakky,2018).
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia karena memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari artinya etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita dalam bermasyrakat.
2.2 Etika Pribadi dan Etika Bisnis
2.2.1 Definisi Etika Pribadi
Etika Pribadi adalah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai yang mengatur interaksi antar individu. Etika pribadi yang sehat biasanya adalah hal-hal yang berdampak positif terhadap pengalaman orang lain ketika digunakan untuk mengatur perilaku individu yang terkait dengan sosial atau bisnis, dan paling tidak, etika semacam itu seharusnya tidak berdampak negatif pada orang lain (Business dictionary).
Adapun contoh etika pribadi adalah sebagai berikut:
o Saya akan selalu berkata kebenaran
Ini adalah sesuatu yang diajarkan oleh orang tua dan guru sejak pertama kali mulai memahami dunia. Pada saat tumbuh dewasa, pikiran ini sudah tertanam dalam sistem. Mengikuti prinsip ini akan membuat merasa puas dan bahagia, dan jika Anda menghadapi dilema di mana perlu berkompromi pada kejujuran, hasilnya mungkin membuat merasa sakit dan menyesal.
o Saya akan menghormati semua orang yang lebih tua dari saya
Mengikuti ini akan membuat kita menjadi manusia yang sabar dan berbakti, namun, mungkin harus berkompromi jika seseorang mengambil keuntungan dari ketulusan dan kerendahan hati kita
o Saya tidak akan pernah sengaja menyakiti siapa pun
Ini akan membantu mengasah cara berbicara dan bersikap dengan orang lain. Kita akan berpikir dua kali sebelum menyakiti seseorang dengan kata-kata atau tindakan. Jika terpaksa melakukannya,tidak akan ragu untuk meminta maaf setelahnya..
o Saya akan bersikap peduli terhadap semua orang.
Ini akan membangkitkan sikap welas asih. Terkadang sulit untuk merawat orang-orang yang kasar terhadap kita di masa lalu, tetapi jika kita mulai bereaksi dengan cara yang sama, hanya untuk membalas dendam, apa gunanya kita meletakkan prinsip ini untuk diri sendiri? Dengan demikian, etika ini merupakan ujian ketat atas kesabaran. Sikap peduli kita bahkan terhadap lawan akan memenangkan mereka dalam satu hari.
2.2.2 Etika Bisnis
A. Definisi Etika Bisnis Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah definisi etika bisnis menurut para ahli:
Hill dan Jones
Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.
Velasques
Studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Yosephus
Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi
Steade Et Al
Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis (Novia,2017)
B. Perkembangan Etika Bisnis
Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000) :
• Situasi Dahulu:
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki cara terbaik mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan pengaturan kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga.
• Masa Peralihan (Tahun 1960-an):
Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Oleh karena itj perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
• Etika Bisnis Lahir di AS (tahun 1970-an):
Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
• Etika Bisnis Meluas ke Eropa (Tahun 1980-an):
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
• Etika Bisnis menjadi Fenomena Global (tahun 1990-an):
Tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Toky (Hapzi,2018)
C. Tujuan Etika Bisnis
Tujuan etika bisnis adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis yang baik. Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik.
Etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara buruk dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik memiliki izin usaha yang sah, tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya. Dengan memiliki etika bisnis yang baik, perusahaan akan memiliki daya saing yang tinggi hingga memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai. Untuk menciptakan etika bisnis, harus dimulai dengan perencanaan yang strategis, organisasi yang baik, dan sistem prosedur yang transparan (Novia,2017).
D. Pendekatan Etika Bisnis
Utilitarian Approach
Pendekatan ini, setiap tindakan harus didasarkan dengan konsekuensinya. Oleh karena itu, sebelum bertindak, Anda harus memberikan manfaat yang besar dengan cara yang tidak membahayakan dan menggunakan biaya serendah-rendahnya.
Individual Rights Approach
Pendekatan ini memiliki pengaruh besar dalam menghargai dan menghormati setiap tindakan yang dilakukan orang lain. Namun, jika tindakan tersebut dinilai bisa mengakibatkan suatu perpecahan atau benturan dengan hak orang lain, maka tindakan tersebut harus dihindari.
Justice Approach
Setiap pembuat keputusan memiliki kedudukan yang sama, serta bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, baik perorangan maupun kelompok. Pendekatan etika bisnis ini akan memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (Novia,2017)
E. Prinsip Etika Bisnis
• Prinsip Otonomi
Mengharuskan pelaku bisnis mengambil keputusan dengan tepat dan baik, serta mempertanggungjawabkan keputusan tersebut. Dalam menjalankan prinsip otonomi ini, dua perusahaan atau lebih bisa berkomitmen menjalankan etika bisnis dengan prinsip otonomi. Tiap perusahaan dapat mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankannya sesuai dengan kondisi dan strategi dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.
• Prinsip Kejujuran
Kejujuran adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnis dan keberlangsungannya. Prinsip ini harus diterapkan dalam segala kegiatan bisnis misalnya saat melaksanakan kontrak terhadap pihak ketiga maupun karyawan dan konsumen.
• Prinsip Keadilan
Dalam prinsip ini berarti setiap orang yang melakukan bisnis memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, sehingga semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis, semua pihak harus memiliki akses positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang telah diberikan untuk mendukung keberhasilan bisnis.
• Prinsip Loyalitas
Loyalitas dalam perusahaan biasanya dapat dilihat dari kerja keras dan keseriusan dalam menjalani bisnis sesuai dengan visi dan misi. Dengan menerapkan prinsip ini, berarti tidak boleh mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi.
• Prinsip Integritas Moral
Setiap perusahaan harus memiliki integritas moral yang baik sehingga dapat dipercaya masyarakat. Menerapkan prinsip ini, berarti seluruh pelaku bisnis, baik karyawan hingga manajemen harus selalu menjaga nama baik perusahaan (Novia,2017). Dengan etika bisnis yang baik, perusahaan dapat berkembang dengan mudah.
F. Kebutuhan Etika Bisnis
Seperti halnya semua inisiatif bisnis, operasi etis perusahaan secara langsung terkait dengan profitabilitas baik dalam jangka pendek maupun panjang. Reputasi bisnis di masyarakat sekitar, bisnis lain, dan investor perorangan merupakan hal penting dalam menentukan apakah suatu perusahaan adalah investasi yang berharga.
Jika suatu perusahaan dianggap tidak beroperasi secara etis, investor cenderung kurang membeli saham atau mendukung operasinya.Perusahaan memiliki lebih banyak insentif untuk bersikap etis karena bidang investasi yang bertanggung jawab secara sosial dan etis terus berkembang. Peningkatan jumlah investor yang mencari perusahaan yang beroperasi secara etis untuk berinvestasi mendorong lebih banyak perusahaan untuk menanggapi masalah ini dengan lebih serius (Melissa Horton,2018).
2.3 Moralitas & Hukum
2.3.1 Hukum
Hukum adalah aturan mutlak yang ditentukan oleh perwakilan pemerintah, sementara moralitas berkaitan dengan pandangan pribadi tentang apa yang benar atau salah. Ada hubungan yang erat antara keduanya dalam undang-undang yang sering mewakili pandangan kemasyarakatan yang menimpa isu-isu moral.
Hukum pada dasarnya adalah seperangkat aturan dan prinsip yang diciptakan dan ditegakkan oleh negara, sedangkan moral adalah seperangkat keyakinan, nilai dan prinsip serta standar perilaku yang ditegakkan dan diciptakan oleh masyarakat.
Hukum merupakan aturan tertulis yang dapat diterapkan di pengadilan disebut undang-undang. Undang-undang ini sebagian besar berasal dari konstitusi negara yang ditulis dengan mengingat harapan dan aspirasi rakyat negara tersebut. Hukum memastikan kepatuhan dan mencegah penyimpangan dari anggota masyarakat. Rasa takut akan hukuman ini berfungsi sebagai penghalang besar dan memelihara ketertiban dalam masyarakat (Lawteacher,2018)
2.3.2 Moralitas
Ada kode perilaku yang tidak tertulis dan diharapkan diikuti oleh semua anggota masyarakat. Kode etik ini mendefinisikan apa yang benar dan salah bagi individu dan kelompok dan membuat mereka berada di jalur yang diinginkan dan dapat diterima oleh masyarakat. Moralitas adalah konsep yang mendefinisikan apa yang benar dan diinginkan dan berfungsi sebagai panduan bagi orang-orang tindakan dan perilaku tertentu, untuk menjaga perdamaian dan ketertiban di masyarakat. Moralitas didasarkan pada prinsip dan nilai yang teruji waktu seperti cinta, persahabatan, kasih sayang, kebebasan, kebebasan, kejujuran, integritas, dll.
2.3.3 Perbedaan antara Hukum dan Moralitas
Perbedaan antara hukum dan moralitas adalah sebagai berikut:
• Moralitas adalah apa yang dianggap benar dan salah dalam masyarakat sementara hukum adalah aturan dan peraturan yang dapat dihukum oleh pengadilan jika dilanggar.
• Moralitas adalah kode perilaku yang memandu perilaku anggota masyarakat, tetapi mungkin bertentangan dengan hukum negara dalam beberapa kasus.
• Moral memiliki signifikansi agama dan budaya, dan ada sistem penegakan di mana perilaku menyimpang diejek, atau anggota memboikot.
• Moralitas adalah apa yang dituntut oleh agama sedangkan hukumlah yang dituntut oleh negara.
• Moral berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dalam masyarakat, dan ada kepatuhan otomatis terhadap mereka sementara pengadilan dan polisi diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap hokum (Admin Differencebetween,2012).
2.3.4 Hubungan Hukum & Moralitas
Perbedaan utama antara kedua konsep ini adalah bahwa hukum adalah kebijakan publik formal yang memiliki konsekuensi bagi mereka yang melanggarnya. Seseorang yang membunuh atau mencuri, misalnya, masuk penjara jika terbukti bersalah di pengadilan. Sebaliknya, seseorang yang melanggar apa yang dilihat orang lain sebagai standar moral mungkin tidak memiliki konsekuensi nyata selain hubungan yang rusak. (reference.com,2018)
2.4. Moralitas
2.4.1 Pengertian Moral
A. Secara Etimologi
Secara Etimologi, moral berasal dari bahasa Latin “mos” (jamak: mores) yang berarti kebiasaan, adat. Kata “mos” (mores) dalam bahasa Latin sama artinya dengan etos dalam bahasa Yunani. Di dalam bahasa Indonesia, kata moral diterjemahkan dengan “aturan kesusilaan” ataupun suatu istilah yang digunakan untuk menentukan sebuah batas-batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau batasan perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk.
B. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pengertian moral menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa diartikan sebagai (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila: kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan: ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita;
C. Menurut Para Ahli
Berikut adalah pengertian moral menurut para ahli:
• Menurut Merriam-webster:
Moral adalah mengenai atau berhubungan dengan apa yang benar dan salah dalam perilaku manusia, dianggap benar dan baik oleh kebanyakan orang sesuai dengan standar perilaku yang tepat pada kelompok atau masyarakat tersebut.
• Menurut Kamus Psikologi:
Pengertian moral adalah mengacu kepada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
• Menurut Chaplin (2006):
Moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
• Menurut Wantah (2005):
Moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku (Zonareferensi,2018)
D. Moralitas dan Perilaku
Moralitas yang terkait dengan perilaku kita adalah penting pada tiga level. Pemikir terkenal, sarjana dan penulis C.S. Lewis mendefinisikan sebagai berikut:
Memastikan permainan yang adil dan harmoni antar individu;
Membantu menjadikan kita orang-orang yang baik agar memiliki masyarakat yang baik;
Menjaga hubungan kita dengan kekuatan yang menciptakan kita.
Berdasarkan definisi ini, jelas bahwa keyakinan kita sangat penting bagi perilaku moral kita (allaboutphilosphi,2018)
E. Moralitas dan Hati Nurani
Moralitas memengaruhi keputusan kita sehari-hari, dan pilihan itu diarahkan oleh hati nurani kita. Sekali lagi, kita harus memutuskan sendiri di mana hati nurani berasal. Banyak orang berpegang pada gagasan bahwa hati nurani adalah masalah hati kita, bahwa konsep tentang benar, salah, dan adil "terprogram" dalam diri kita masing-masing.
2.5 Etika Profesional
2.5.1 Definisi Etika Profesi
Etika Profesi adalah Standar profesi dan perilaku bisnis, nilai, dan pedoman yang diterima secara profesional. Kode etik profesi sering dibentuk oleh organisasi profesional untuk membantu memandu anggota dalam melaksanakan fungsi pekerjaan mereka sesuai dengan prinsip etika yang sehat dan konsisten (Business Dictionary).
Adapun contoh etika professional adalah sebagai berikut:
Ketepatan waktu
Tidak ada perusahaan yang akan mentolerir karyawan yang tidak tepat waktu. Karyawan tidak dapat masuk dan keluar sesuai keinginan, namun harus mematuhi aturan. Ini adalah satu kualitas yang dapat dimasukkan sebagai etika pribadi dan orang yang melakukannya akan merasa nyaman untuk mengikuti aturan yang sama di tempat kerja.
Manajemen waktu
Belajar tidak mengeluh jika ditugaskan bekerja ekstra, pelajari seni dan tehnik mengelola pekerjaan dalam waktu yang lebih efisien.
Tanpa Gosip
Ini adalah aturan penting yang harus diikuti semua orang. Tempat kerja Anda bukanlah sebuah tempat untuk bergosip, terutama tentang atasan atau kolega Anda atau bahkan mantan kolega. Jika Anda tertangkap melakukan hal itu akan sangat mencerminkan kepribadian Anda. Belajar berkomunikasi dengan tepat dan efektif, satu kesalahan kecil dapat membawa keburukan.
Perlindungan Privasi Perusahaan
Beberapa perusahaan bahkan meminta calon karyawan mereka menandatangani dokumen hukum yang mencegah mereka mendiskusikan pekerjaan di luar kantor perusahaan. Hal ini melibatkan kode etik yang ketat yang ditetapkan di tempat kerja. Etika kita di sini melibatkan kepatuhan terhadap aturan dan peraturan. Ketidakpatuhan terhadap aturan tersebut dapat membahayakan reputasi kita. Seberapa baik Anda mengikuti protokol perusahaan adalah hal yang penting di sini.
Etika profesional adalah etika yang mengacu pada aturan dan peraturan moral yang mengatur dunia profesional. Dengan kata lain, mereka adalah nilai-nilai moral yang memandu cara perusahaan atau bisnis lain membuat keputusan. Etika profesional adalah standar atau kode perilaku yang ditetapkan oleh orang-orang dalam profesi tertentu.
Kode etik adalah bagian dari harapan mereka yang terlibat dalam berbagai jenis profesi. Orang dalam suatu profesi tidak ingin memaafkan perilaku buruk, tidak jujur atau bertanggung jawab jika itu terjadi oleh seseorang di bidangnya. Dengan menetapkan perilaku yang diharapkan dalam bentuk etika profesional, para profesional bekerja sama untuk mencoba menjunjung reputasi yang baik.
Etika profesional umumnya dikenal sebagai praktik bisnis yang etis. Rasa hormat dan kejujuran adalah dua komponen yang utama dalam etika professional, dimana semua karyawan diharapkan untuk mewakili bisnis secara etis karena mereka adalah bagian dari itu.
2.5.2 Pentingnya Etika Profesional
Etika profesional penting untuk beberapa alasan seperti yang dijelaskan di bawah ini:
Etika sesuai dengan kebutuhan dasar manusia
Ini adalah sifat manusia yang diinginkan manusia untuk menjadi etis, tidak hanya dalam kehidupan pribadinya tetapi juga dalam urusan profesi / bisnisnya, sebagai seorang manajer, dia tahu keputusannya akan mempengaruhi kehidupan ribuan karyawan. Kebutuhan etis dasar ini memaksa organisasi / perusahaan bisnis untuk berorientasi pada etika.
Etika menciptakan kredibilitas dengan publik
Sebuah perusahaan yang responsif secara etika dan sosial dihormati di masyarakat, orang-orang menyukai produknya dan masalah publiknya menarik tanggapan langsung.
Etika memberikan kredibilitas manajemen dengan karyawan:
Manajemen secara otomatis mendapat kredibilitas dengan karyawannya ketika memiliki kredit dengan publik. Kepemimpinan dan orang-orang (karyawan) datang dan bekerja bersama.
Etika membantu pengambilan keputusan yang lebih baik
Sikap manajemen yang etis membantu membuat keputusan untuk kepentingan publik, karyawan dan perusahaan mereka.
Etika dan laba
Etika dan laba berjalan bersama. Perusahaan yang digerakkan oleh nilai selalu berhasil dalam jangka panjang.
Etika dapat melindungi masyarakat
Apa yang bisa dilakukan etika, mungkin pemerintah, dan hukum tidak bisa, untuk melindungi masyarakat. Sebagai contoh, manajemen yang berorientasikan etika dapat mencegah polusi dan melindungi kesehatan pekerja mereka, dan orang-orang pada umumnya, jauh sebelum diamanatkan oleh hokum (Kartika shari,2018)
2.6 Etika Manajemen
2.6.1 Arti Etika Manajemen
Etika Manajemen terkait dengan respon sosial dari sebuah perusahaan. Disiplin yang berurusan dengan apa yang baik dan buruk atau benar dan salah, atau dengan kewajiban dan kewajiban moral. Ini adalah standar perilaku yang memandu manajer individu dalam pekerjaan mereka. "Ini adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur tindakan individu atau kelompok."
2.6.2 Jenis-jenis Etika Manajemen
Terdapat tiga jenis etika manajemen atau standar perilaku yang diidentifikasi oleh Archie B. Carroll sebagai berikut:
• Manajemen tidak bermoral:
Ini menyiratkan kurangnya praktik etis yang diikuti oleh para manajer. Manajer ingin memaksimalkan laba bahkan jika itu adalah biaya standar hukum atau kepedulian bagi karyawan.
• Manajemen moral:
Menurut etika manajemen moral, manajer bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dalam batas-batas nilai dan prinsip etika. Mereka sesuai dengan standar perilaku profesional dan legal. Prinsip utama dalam etika manajemen moral adalah "Apakah tindakan, keputusan, atau perilaku ini adil bagi kita dan semua pihak yang terlibat?”
• Manajemen amoral:
Jenis etika manajemen ini terletak di antara etika manajemen moral dan tidak bermoral. Manajer menanggapi etika pribadi dan hukum hanya jika mereka diminta untuk melakukannya; jika tidak ada kekurangan persepsi dan kesadaran etis. (Tanuja,2018).
Ada dua jenis manajemen amoral:
Disengaja:Manajer sengaja menghindari praktik etis dalam keputusan bisnis karena mereka berpikir etika harus diikuti dalam kegiatan non-bisnis.
Tidak disengaja:Para manajer tidak dengan sengaja menghindari praktik-praktik etis, tetapi secara tidak sengaja mereka membuat keputusan yang implikasi moralnya tidak dipertimbangkan.
Pedoman Perilaku Beretika
2.6.3 Pedoman Perilaku Beretika
Meskipun setiap individu dan kelompok memiliki serangkaian nilai etis, berikut ini pedoman perilaku beretika menurut James O`Toole:
Patuh Hukum
Mematuhi praktik hukum negara adalah sesuai dengan nilai-nilai etis.
Katakan yang sebenarnya
Mengungkapkan hasil akuntansi yang adil kepada pihak yang berkepentingan dan mengatakan kebenaran adalah perilaku etis dari para manajer.
Menghormati orang
Etika mengharuskan manajer untuk menghormati orang yang menghubungi mereka.
Aturan emas
Prinsip bisnis emas adalah 'Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan'. Ini akan selalu menghasilkan perilaku etis.
Di atas segalanya, jangan membahayakan
Bahkan jika hukum tidak melarang penggunaan bahan kimia dalam menghasilkan produk tertentu, manajer harus menghindari mereka jika mereka pencemar lingkungan.
Partisipasi latihan - bukan paternalisme
Manajer tidak boleh memutuskan sendiri apa yang baik atau buruk bagi para pemangku kepentingan. Mereka harus menilai kebutuhan mereka, menganalisisnya sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mengintegrasikan keduanya dengan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
Bertindaklah ketika Anda memiliki tanggung jawab
Tindakan yang tidak dapat didelegasikan dan harus diambil oleh manajer saja (diberikan kompetensi dan keterampilan mereka) harus secara bertanggung jawab diambil oleh mereka untuk kepentingan organisasi dan para pemangku kepentingan. (Tanuja,2018)
2.6.4 Pendekatan Manajemen Etika
Terdapat tiga pendekatan untuk etika manajemen sebagai berikut:
Pendekatan Utilitarian
Dalam pendekatan ini, manajer menganalisis efek keputusan pada orang yang terpengaruh oleh keputusan ini. Tindakan daripada motif di belakang tindakan adalah fokus dari pendekatan ini. Hasil positif dan negatif ditimbang dan tindakan manajer dibenarkan jika efek positif lebih besar daripada efek negatifnya. Standar polusi dan menganalisis dampak polusi pada masyarakat adalah kode etik manajemen dengan pendekatan utilitarian.
Pendekatan Hak Moral
Dalam pendekatan ini, para manajer mengikuti kode etik yang menangani hak-hak dasar dan moral manusia; hak untuk berbicara, hak untuk hidup dan keselamatan, hak untuk mengekspresikan perasaan dll. Dalam konteks organisasi bisnis, manajer mengungkapkan informasi dalam laporan tahunan yang diperlukan untuk kesejahteraan orang-orang yang bersangkutan. Sifat, waktu dan validitas informasi diperhitungkan saat melaporkan informasi dalam laporan tahunan.
Pendekatan Keadilan Sosial:
Menurut pendekatan ini, tindakan manajer adil, tidak memihak dan adil bagi semua individu dan kelompok. Karyawan tidak dibedakan berdasarkan kasta, agama, ras atau gender meskipun perbedaan berdasarkan kemampuan atau produksi dibenarkan. Sebagai contoh, semua karyawan, laki-laki atau perempuan dengan keterampilan yang sama harus diperlakukan setara tetapi dibenarkan untuk memperlakukan karyawan yang memproduksi lebih berbeda dari mereka yang menghasilkan lebih sedikit.(Tanuja,2018)
2.6.5 Hambatan Etika Manajemen
Menurut James A. Waters menjelaskan ada tiga "blok organisasi" dari etika manajemen sebagai berikut:
Rantai Komando:
Jika karyawan tahu bahwa atasan tidak mengikuti perilaku etis, mereka ragu-ragu melaporkan masalah ini ke atas hirarki karena takut disalahpahami dan dihukum. Rantai komando, dengan demikian, menjadi penghalang untuk melaporkan kegiatan yang tidak etis dari atasan.
Keanggotaan Grup:
Kelompok informal mengarah ke kode etik kelompok. Anggota-anggota kelompok sangat terikat oleh kesetiaan dan rasa hormat mereka terhadap satu sama lain dan perilaku tidak etis dari setiap anggota kelompok umumnya diabaikan oleh yang lain.
Prioritas Ambigu:
Ketika kebijakan tidak jelas dan ambigu, perilaku karyawan tidak dapat dipandu dalam arah yang terpadu. Sulit untuk memahami apa yang etis dan apa yang tidak etis.(Tanuja,2018)
2.6.6 Solusi Hambatan Etika Manajemen
Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat meningkatkan iklim untuk perilaku etis:
• Tujuan dan kebijakan organisasi harus jelas sehingga setiap anggota bekerja menuju tujuan-tujuan ini secara etis.
• Perilaku manajer puncak diikuti oleh orang lain dalam organisasi. Tindakan etis dari manajer puncak mempromosikan perilaku etis di seluruh organisasi.
• Memaksakan hukuman dan ancaman karena tidak sesuai dengan perilaku etis dapat mengurangi kegiatan yang tidak etis dalam organisasi. Prosedur formal pengaduan penginapan membantu bawahan melaporkan perilaku atasan yang tidak etis kepada komite yang bersangkutan.
• Lembaga pendidikan juga menawarkan kursus dan pelatihan etika bisnis untuk mengembangkan manajer yang teliti yang mengamati perilaku etis (Tanuja,2018)
Daftar Pustaka
Melissa,Horton,2018.https://www.investopedia.com/ask/answers/040815/why-are-business-ethics-important.asp (15 September 2018 Pukul 21.00 WIB)
Ali,Hapzi,2017,BE&GG,Modul Perkuliahan,UMB
Zakky,2018. https://www.zonareferensi.com/pengertian-etika/ (12 September 2018, Pukul: 09:00WIB)
Anomym-1. http://www.businessdictionary.com/definition/personal-ethics.html. (11 September 2018, Pukul: 13:00 WIB)
Anonym-2. http://www.businessdictionary.com/definition/professional-ethics.html.(11 September,2018 Pukul 13:20)
Novia,Widya,Utami,2017.https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-dalam-perusahaan novia widya utami (10 September 2018, Pukul 10:00 WIB)
Novia,Widya,Utami,2017.https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pendekatan-dan-prinsip-etika-bisnis-dalam-perusahaan (10 September 2018, Pukul 10:30 WIB)
Anonym-3.https://www.lawteacher.net/free-law-essays/medical-law/relationship-between-morality-and-the-law-medical-law-essay.php (10 September 2018, Pukul 10:40 WIB)
Admin,2012.https://www.differencebetween.com/difference-between-law-and-vs-morality/
Anonym-4 https://www.zonareferensi.com/pengertian-moral/ (10 September 2018, Pukul 10:50 WIB)
Anonym-5.https://www.allaboutphilosophy.org/morality.htm (10 September 2018, Pukul 11:15 WIB)
Anonym-6. https://www.reference.com/article/difference-between-law-morality (10 September 2018, Pukul 17.05)
Kartika,Shari,2017 http://www.businessmanagementideas.com/essays/professional-ethics/essay-on-professional-ethics-profession-management/17261 (10 September 2018, Pukul 15:00 WIB)
Tannu,2018.http://www.businessmanagementideas.com/notes/management-notes/corporate-social-responsibility/management-ethics-meaning-need-and-importance/5319.(10 September 2018, Pukul 15:15 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar