Sabtu, 20 Oktober 2018

7,BE&GG,Dyah Ruth Wulandari,Hapzi Ali,Etika & Bisnis,Etika Bisnis The Body Shop, Universitas Mercu Buana,2018

Business Ethics & Good Governance
Penerapan Etika Bisnis 
Pada
 Perusahaan The Body Shop





Dosen: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA

Disusun oleh:
Dyah Ruth Wulandari
55117120098

Program Magister Management
2018




Abstrak

'My Passionate Belief Is That Business Can Be Fun, It Can Be Conducted with Love And A Powerful Force For Good.' – Anita Roddick, Founder The Body Shop

Menurut John Berger, tanpa etika manusia tidak memiliki masa depan. Dengan kata lain, manusia tanpa mereka tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Etika menentukan pilihan dan tindakan dan menyarankan prioritas yang sulit. Untuk menjalani kehidupan yang bermakna mekipun belum mencapai tingkat kesempurnaan secara praktek, di antara erosi nilai, moral, dan integritas, beberapa kode perilaku harus ditetapkan dan diikuti dengan jujur.
Orang bisnis harus menjadi pemicu perubahan. Mereka punya uang dan kekuatan untuk membuat perbedaan. Sebuah perusahaan yang mendapat untung dari masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan sesuatu kepada masyarakat itu." menunjukkan dimensi etis yang kuat dari cara perusahaan melakukan bisnis (Roddick, 1991)  
Etika bisnis dipahami sebagai cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat. Dalam perusahaan, etika bisnis dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan hingga pimpinan dalam membangun hubungan yang baik, adil, dan sehat dengan pelanggan, rekan kerja, pemegang saham, hingga masyarakat. Etika bisnis juga dapat menjadi salah satu standar bagi seluruh karyawan, termasuk manajemen.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia karena memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari artinya etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita dalam bermasyarakat.





BAB I
PENDAHULUAN

Dalam ekonomi pasar, suatu organisasi yang mengembangkan keunggulan kompetitif mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan organisasi lebih baik daripada para pesaingnya, namun ada fokus yang lebih besar pada organisasi yang menganut nilai-nilai etis daripada hanya menyediakan produk, hal itu karena Pertama, ketika organisasi berperilaku etis, pelanggan mengembangkan sikap positif tentang perusahaan, produknya, dan layanannya.

Tidak menggunakan praktik pemasaran etis dapat menyebabkan publisitas buruk, kurangnya kepercayaan, bisnis yang hilang, bahkan tindakan hukum. Dengan demikian, sebagian besar organisasi sangat sensitif terhadap kebutuhan dan pendapat pelanggan mereka dan mencari cara untuk melindungi kepentingan jangka panjang mereka. Kedua, pelanggaran etika sering menyebabkan tekanan (sosial atau pemerintah) bagi institusi untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar atas tindakan mereka yang berakibat konsumen, asosiasi profesional, dan kelompok self-regulatory berpengaruh besar pada pemasaran. Panggilan untuk tanggung jawab sosial juga menjadi sasaran praktik pemasaran untuk berbagai peraturan yang dirancang untuk melindungi hak-hak konsumen atau untuk merangsang perdagangan (Thomson Gale,2007).

The Body Shop International Limited adalah sebuah perusahaan manufaktur dan retail global yang terinspirasi oleh alam serta menghasilkan produk kecantikan dan kosmetik yang diproduksi dengan etika. Didirikan di Inggris pada tahun 1976 oleh Dame Anita Roddick, saat ini memiliki lebih dari 2.400 toko di 61 negara dengan lebih dari 1.200 rangkaian produk. Meskipun pertumbuhannya cepat, keyakinan kuat dan nilai-nilai yang ada pada tahun 1976 tetap tertanam dalam budaya organisasi. 
Strategi The Body Shop dibandingkan dengan bisnis lain dalam industri kosmetik pertumbuhan yang dicapai melalui waralaba, terutama karena sifat 'hijau' dari organisasi, memprioritaskan praktik etis dalam menghasilkan laba. 

Terdapat satu hal yang membedakan The Body Shop dengan perusahaan lain yaitu komitmennya untuk menjalankan bisnis adalah bagian dari masyarakat, bukan suatu entitas yang terpisah, serta rasa tanggungjawab untuk nilai-nilai dan kepercayaan bahwa membalas budi. Reputasi untuk keputusan etis membangun kepercayaan dalam bisnis di antara rekan bisnis. Perilaku etis hanya membuat keputusan bisnis yang baik berdasarkan "kode etik" yang mapan. Pengusaha harus membuat kode etik tertulis yang dapat berfungsi sebagai kerangka kerja untuk keputusan yang dibuat oleh pengusaha serta karyawan. 





BAB II
TINJAUAN LITERATUR

Pengertian Etika 
Menurut bahasa Yunani kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab, sedangkan menurut Bertens, etika adalah nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya (Zakky, 2018).

Pengertian Bisnis
Dalam sudut pandang ekonomis, bisnis adalah kegiatan ekonomis dimana terjadi proses tukar menukar, jual-beli, memproduksi-memasarkan, bekerja-memperkerjakan dan interaksi manusia lainnya, dengan tujuannya memperoleh keuntungan. Dalam sudut pandang moral, bisnis yang baik adalah bisnis yang baik secara moral. Bisnis boleh saja memiiliki tujuan mencapai keuntungan, asalkan pencapainya tidak merugikan pihak yang lain serta dilakukan dengan menghormati kepentingan dan hak orang lain yang terlibat baik langsung dan tidak langsung dalam aktivitas bisnis itu sendiri, sedangkan dari sudut pandang hukum, bisnis yang baik adalah bisnis yang patuh pada hukum. Dapat disimpulkan bahwa bisnis dikatakan baik jika tidak bertentangan dengan sudut pandang etika dan hukum (Hapzi Ali, 2018).

Pengertian Etika Bisnis
Menurut Hill dan Jones, etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks (Novia,2017). Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik (Hapzi Ali, 2018).

Tujuan Etika Bisnis
Tujuan etika bisnis adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis yang baik. Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik. Etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara buruk dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik memiliki izin usaha yang sah, tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya. Dengan memiliki etika bisnis yang baik, perusahaan akan memiliki daya saing yang tinggi hingga memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai. Untuk menciptakan etika bisnis, harus dimulai dengan perencanaan yang strategis, organisasi yang baik, dan sistem prosedur yang transparan (Novia, 2017).

Kebutuhan Etika Bisnis
Seperti halnya semua inisiatif bisnis, operasi etis perusahaan secara langsung terkait dengan profitabilitas baik dalam jangka pendek maupun panjang. Reputasi bisnis di masyarakat sekitar, bisnis lain, dan investor perorangan merupakan hal penting dalam menentukan apakah suatu perusahaan adalah investasi yang berharga. 
Jika suatu perusahaan dianggap tidak beroperasi secara etis, investor cenderung kurang membeli saham atau mendukung operasinya. Perusahaan memiliki lebih banyak insentif untuk bersikap etis karena bidang investasi yang bertanggung jawab secara sosial dan etis terus berkembang. Peningkatan jumlah investor yang mencari perusahaan yang beroperasi secara etis untuk berinvestasi mendorong lebih banyak perusahaan untuk menanggapi masalah ini dengan lebih serius (Melissa Horton, 2018).

Prinsip Etika Bisnis
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis sebagai berikut:
Prinsip Otonomi yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
Prinsip Kejujuran yang merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (contoh: kejujuran dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain
Prinsip Keadilan bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing.
Prinsip saling mengutungkan agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
Prinsip integritas moral merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

Dalam menciptakan etika bisnis, Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
Pengendalian Diri
Pelaku bisnis mampu mengendalikan diri untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Pengembangan Tanggung Jawab Sosial
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat.
Mempertahankan Jati Diri
Tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Menciptakan Persaingan yang Sehat
Terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah, sehingga mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya sehingga perlu ada kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
Memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa datang.
Menghindari Sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dapat dihilangkan.
Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
Kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, tidak menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.
Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan
Antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah, sehingga iklim bisnis menjadi kondusif.
Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan main Bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan dapat terlaksana apabila setiap orang bersedia konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut
Memelihara Kesepakatan
Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
Menuangkan Dalam Hukum Positif
Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah (Hapzi Ali, 2018).

Pengertian Etika Profesional
Etika Profesi adalah standar profesi dan perilaku bisnis, nilai, dan pedoman yang diterima secara profesional. Kode etik profesi sering dibentuk oleh organisasi profesional untuk membantu memandu anggota dalam melaksanakan fungsi pekerjaan mereka sesuai dengan prinsip etika yang sehat dan konsisten (Business Dictionary).

Etika Manajemen
Etika Manajemen terkait dengan respon sosial dari sebuah perusahaan. Disiplin yang berurusan dengan apa yang baik dan buruk atau benar dan salah, atau dengan kewajiban dan kewajiban moral. Ini adalah standar perilaku yang memandu manajer individu dalam pekerjaan mereka. "Ini adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur tindakan individu atau kelompok."

Kode etik adalah seperangkat pedoman tertulis yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi kepada pekerja dan manajemennya untuk membantu mereka melakukan tindakan mereka sesuai dengan nilai-nilai utama dan standar etisnya. 

Pengertian Stakeholder
Menurut Freeman (1984) Stakeholder adalah kelompok atau individu yang dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa stakeholder adalah individu atau kelompok yang mempunyai kepentingan terhadap sesuatu dalam sebuah organisasi atau dalam bentuk lain, dimana individu atau kelompok tersebut dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu (Ilmuekonomi, 2016).

Prinsip-Prinsip Stakeholder
Paradigma stakeholder, manajemen dihadapkan pada banyak pihak, atau bisa dikelompokan menjadi dua yaitu:
Stakeholder primer (pemegang saham, kreditor, pekerja, pemasok, penyalur, pelanggan dan pesaing) 
Stakeholder sekunder (pemerintah, masyarakat, aktivis sosial, pendukung bisnis, media massa dan pendapat umum).
Perusahaan berperan dalam memperbaiki kehidupan pelanggan, karyawan, dan pemegang saham dengan berbagai kesejahteraan kepada mereka (Ilmu ekonomi, 2016).

Prinsip Stakeholder Yang Berkaitan Dengan Konsumen 
Konsumen merupakan pembeli dan pemakai produk sehingga sangat penting karena keberlangsungan perusahaan sangat bergantung padanya. 

Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan sebagai wujud tanggung jawab kepada konsumen:
Memberikan produk yang terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Berlaku adil dalam semua transaksi dengan konsumen
Menjamin keselamatan, kesehatan, dan kualitas lingkungan konsumen dari produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
Menghormati konsumen dalam memasarkan, menawarkan dan mengiklankan produk
Menghormati integritas budaya pelanggan (Ilmu ekonomi, 2016).

Pelanggan adalah kuncinya para pemangku kepentingan yang membantu membangun reputasi organisasi bisnis. Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi adalah kunci kesuksesan organisasi bisnis. Persaingan yang ketat kadang-kadang melahirkan perilaku yang tidak etis ketika orientasi konsumen sedang dimainkan. Hubungan antara konsumen dan organisasi bisnis ada karena harapan bersama dibangun di atas kepercayaan, itikad baik, dan kesepakatan yang adil dalam interaksi mereka.

Pemangku Kepentingan
Bisnis tidak beroperasi secara terpisah sebab orang atau organisasi yang berinteraksi dengan bisnis dan dipengaruhi melalui interaksi itu dapat dianggap sebagai pemangku kepentingan sebab memiliki pengaruh dan kepentingan dalam bisnis dapat menjadi sekutu penting jika diyakinkan menggunakan cara dan metode yang tepat.
Ketika suatu bisnis telah mengidentifikasi para pemangku kepentingan yang dapat berguna untuk itu dalam suatu aliansi, bisnis itu kemudian perlu meneliti keinginan para pemangku kepentingan dan bagaimana ia dapat memuaskan keinginan para pemangku kepentingan mereka karena kedua belah pihak perlu mendapatkan manfaat dalam jangka lama.
Bisnis dapat menjadi agen perubahan sosial yang kuat untuk itu diperlukan prinsip sebagai landasan untuk dialog dan tindakan oleh para pemimpin bisnis untuk mencari tanggung jawab bisnis sehingga diperlukan nilai-nilai moral dalam pengambilan keputusan bisnis. Intinya pemangku kepentingan adalah seluruh pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang menjadi fokus kajian atau perhatian. 
Peran pemangku kepentingan korporasi dihadapkan pada persaingan yang kompetitif, keterbatasan sumberdaya dan perolehan laba untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham oleh karena itu korporasi melakukan berbagai upaya yang tidak jarang memiliki dampak negatif kepada pihak lain termasuk lingkungan sebab tidak sedikit aktivitas korporasi menimbulkan kerusakan terhadap alam. 
Kerusakan alam tersebut pada akhirnya akan berpengaruh buruk terhadap lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia. Tindakan korporasi seperti ini pada akhirnya akan mengancam kelangsungan hidup alam, manusia, dan perusahaan itu sendiri

Prinsip 1
Tanggung Jawab Bisnis: Lebih dari Pemegang Saham kepada Stakeholder
 Bisnis memiliki peran dalam meningkatkan kehidupan semua pelanggan, karyawan, dan pemegang saham mereka dengan berbagi dengan mereka kekayaan yang telah mereka ciptakan. Pemasok dan pesaing juga harus mengharapkan bisnis untuk menghormati kewajiban mereka dengan semangat kejujuran dan keadilan. Sebagai warga yang bertanggung jawab dari komunitas lokal, nasional, regional dan global tempat mereka beroperasi, bisnis berbagi bagian dalam membentuk masa depan komunitas tersebut.
Prinsip 2
Dampak Ekonomi dan Sosial Bisnis: Menuju Komunitas Inovasi, Keadilan, dan Dunia
Bisnis harus berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial tidak hanya di negara-negara di mana mereka beroperasi, tetapi juga di komunitas dunia pada umumnya, melalui penggunaan sumber daya yang efektif dan bijaksana, persaingan bebas dan adil, dan penekanan pada inovasi dalam teknologi, produksi metode, pemasaran, dan komunikasi.
Prinsip 3
Perilaku Bisnis: Beyond the Letter of Law menuju Spirit of Trust
Sementara menerima legitimasi rahasia dagang, bisnis harus mengakui bahwa kesungguhan, keterbukaan, kejujuran, penguasaan janji, dan transparansi tidak hanya berkontribusi pada kredibilitas dan stabilitas mereka sendiri tetapi juga untuk kelancaran dan efisiensi transaksi bisnis, terutama pada tingkat internasional.
Prinsip 4
Penghormatan terhadap Aturan
Untuk menghindari friksi perdagangan dan untuk mempromosikan perdagangan yang lebih bebas, kondisi yang sama untuk persaingan, dan perlakuan yang adil dan setara untuk semua peserta, bisnis harus menghormati peraturan internasional dan domestik. Selain itu, mereka harus mengakui bahwa beberapa perilaku, meskipun legal, mungkin masih memiliki konsekuensi yang merugikan.
Prinsip 5
Dukungan untuk Perdagangan Multilateral
Bisnis harus mendukung sistem perdagangan multilateral dari organisasi perdagangan dunia dan perjanjian internasional serupa. Kerja sama dalam upaya untuk mempromosikan liberalisasi perdagangan yang progresif dan bijaksana dan untuk melonggarkan langkah-langkah domestik yang secara tidak masuk akal menghambat perdagangan global, sementara memberikan hormat kepada tujuan kebijakan nasional.
Prinsip 6
Penghargaan untuk Lingkungan
Sebuah bisnis harus melindungi dan jika memungkinkan memperbaiki lingkungan, mempromosikan pembangunan berkelanjutan, dan mencegah penggunaan sumber daya alam yang kurang efisien
Prinsip 7
Menghindari Operasi Ilegal
Sebuah bisnis seharusnya tidak berpartisipasi dalam atau membiarkan suap, pencucian uang, atau praktik korupsi lain dan harus mencari kerja sama dengan pihak lain untuk menghilangkannya, juga tidak memperdagangkan senjata atau bahan lain yang digunakan untuk kegiatan teroris, lalu lintas narkoba atau kejahatan terorganisasi lainnya

Prinsip-prinsip Pemangku Kepentingan
Pelanggan
Organisasi bisnis memiliki tanggung jawab untuk:
Menyediakan produk dan layanan berkualitas tertinggi sesuai dengan kebutuhan mereka
Memperlakukan konsumen secara adil dalam semua aspek transaksi bisnis
Melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan konsumen, serta kualitas lingkungan mereka.
Menjamin penghargaan terhadap martabat manusia dalam produk yang ditawarkan, pemasaran, dan iklan; dan menghormati integritas budaya.
Para karyawan
Proses perekrutan karyawan hendaknya dilakukan dengan serius dengan mempertimbangkan aspek martabat.
Pemilik / Investor
Diperlukan sikap menghormati kepercayaan yang diberikan investor karena itu organisasi bisnis memiliki tanggung jawab untuk:
Menerapkan manajemen yang profesional dan tekun untuk menjamin pengembalian yang adil dan kompetitif atas investasi pemilik 
Mengungkapkan informasi yang relevan kepada pemilik / investor yang tunduk pada persyaratan hukum dan batasan kompetitif
Melestarikan, melindungi, dan meningkatkan aset pemilik / investor
Menghormati permintaan / permintaan pemilik, investor, keluhan, dan resolusi formal.
Pemasok
Hubungan dengan pemasok dan subkontraktor harus didasarkan pada saling menghormati. Oleh karena itu organisasi bisnis memiliki tanggung jawab untuk
Pesaing
Persaingan ekonomi yang adil adalah salah satu persyaratan dasar untuk meningkatkan kekayaan negara dan akhirnya untuk memungkinkan distribusi barang dan jasa yang adil. Oleh karena itu organisasi bisnis memiliki tanggung jawab untuk:
Mendorong pasar terbuka untuk perdagangan dan investasi;
Mempromosikan perilaku kompetitif yang menguntungkan secara sosial dan lingkungan dan mendemonstrasikan rasa saling menghormati di antara para pesaing;
Menahan diri dari mencari atau berpartisipasi dalam pembayaran atau bantuan yang patut dipertanyakan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif;
Menghormati hak milik yang nyata dan intelektual; dan
Menolak untuk memperoleh informasi komersial dengan cara yang tidak jujur atau tidak etis, seperti spionase industri.
Komunitas
Sebagai warga korporat global dapat berkontribusi pada kekuatan reformasi dan hak asasi manusia seperti yang bekerja di masyarakat di mana kami beroperasi. Oleh karena itu tanggung jawab di komunitas tersebut untuk:
Menghormati HAM dan lembaga demokratis, dan mempromosikannya dimanapun
Mengakui kewajiban pemerintah yang sah kepada masyarakat luas dan mendukung kebijakan dan praktik publik yang mempromosikan pembangunan manusia melalui hubungan harmonis antara bisnis dan segmen masyarakat lainnya
Berkolaborasi dengan kekuatan di komunitas yang didedikasikan untuk meningkatkan standar kesehatan, pendidikan, keselamatan tempat kerja dan kesejahteraan ekonomi
Mempromosikan dan menstimulasi pembangunan berkelanjutan dan memainkan peran utama dalam melestarikan dan meningkatkan lingkungan fisik dan melestarikan sumber daya bumi
Mendukung perdamaian, keamanan, keragaman dan integrasi sosial
Menghormati integritas budaya lokal, menjadi warga korporat yang baik melalui donasi amal, kontribusi pendidikan dan budaya, dan partisipasi karyawan dalam komunitas dan urusan sipil.

Perlindungan Konsumen 
Konsumen adalah seseorang yang membeli produk atau layanan untuk penggunaan pribadi dan tidak untuk pembuatan atau penjualan kembali. Konsumen adalah seseorang yang dapat membuat keputusan apakah membeli barang di toko atau tidak, dan seseorang yang dapat dipengaruhi oleh pemasaran dan iklan karena itu, Undang-undang sangat penting untuk memastikan bahwa semua hak kami sebagai konsumen dilindungi, dan bahwa kami tidak dieksploitasi oleh penyedia layanan atau pemasar yang tidak etis.

Hak konsumen terdapat pada pasal 4 Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen:
hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
hak untuk didengan pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Dengan mengetahui hak sebagai konsumen, mereka diberdayakan untuk bertindak kapan pun merasa seperti ada pemasok yang memperlakukan dengan tidak adil.


Untuk menjalankan bisnis mereka secara legal dan etis, pemilik bisnis harus memiliki pengetahuan yang baik tentang undang-undang dengan alasan sebagai berikut:
Bila tidak mematuhi UU, bisnis membuka diri untuk tindakan hukum dari konsumen, konsekuensinya bisa berupa denda & biaya hukum besar
Tidak mematuhi Undang-Undang dapat mengakibatkan kerusakan serius pada reputasi bisnis. Konsumen yang tidak senang jarang baik untuk bisnis, terutama di zaman di mana pandangan orang-orang menyebar di media sosial. Ini bisa berdampak buruk pada ukuran basis pelanggan dan profitabilitas bisnis, sehingga pemilik bisnis yang etis harus memastikan bahwa tindakan mereka sesuai dengan hukum.
Layanan pelanggan adalah kunci untuk tetap berada di depan persaingan. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, dengan menghormati hak konsumen, bisnis dapat membangun reputasi untuk keunggulan layanan pelanggan, sehingga menarik lebih banyak pelanggan (Dale Hes, 2018). Pada akhirnya, kesuksesan bisnis hanya berasal dari cara memperlakukan konsumennya. 

Tujuan Undang-Undang Perlindungan Konsumen
  Untuk menempatkan konsumen yang merupakan warga negara rata-rata yang terlibat dalam transaksi bisnis seperti membeli barang atau meminjam uang, setara dengan perusahaan atau warga yang secara rutin terlibat dalam bisnis (Legaldictionary).
Penyusunan peraturan etika bisnis di Indonesia yang aspiratif dengan etika yang ditunjang oleh sarana dan prasarana, mental aparat penegak hukum dan dukungan di luar hukum, yaitu dukungan berupa kemauan dari pemerintah.

Alasan Melindungi Konsumen
Perlindungan konsumen penting karena konsumen dalam ekonomi pasar modern sering mengalami asimetri informasi dan ketidakseimbangan kekuatan tawar yang signifikan dibandingkan dengan produsen dan penjual produk dan jasa. Tidak hanya konsumen yang tidak menerima nilai wajar untuk uang mereka, kesehatan dan keselamatan mereka juga dapat terpengaruh oleh produk dan layanan yang tidak aman, oleh karena itu perlu intervensi baik oleh lembaga perlindungan konsumen pemerintah, asosiasi atau organisasi konsumen, atau pemangku kepentingan terkait lainnya, sesuai dengan aturan dan peraturan yang ditetapkan untuk melindungi kepentingan konsumen (Aseanconsumer).
Undang-undang perlindungan konsumen juga memastikan persaingan yang adil. Jika salah satu lembaga keuangan menggunakan praktik peminjaman atau pengumpulan tidak bermoral, para pesaingnya mungkin mengalami kesulitan untuk mempertahankan dan mungkin merasa dipaksa untuk mempraktekkan tindakan tidak bermoral yang sama. Dengan menerapkan dan menegakkan hukum yang kuat, regulator dan anggota parlemen dapat mencegah perlombaan ke bawah (Reference.com).

Perlindungan konsumen memberikan manfaat kepada pebisnis sebagai berikut:
Minat Jangka Panjang dari Bisnis
Dalam persaingan bisnis, para pebisnis dapat memenangkan persaingan jika mampu memuaskan pelanggannya dengan merancang produk sesuai kebutuhan pelanggan
Pengusaha Menggunakan Sumber Daya Masyarakat
Pengusaha menggunakan sumber daya masyarakat karena mendapat untung dengan memasok barang dan jasa kepada anggota masyarakat sehingga harus melakukan sesuatu untuk masyarakat.
Tanggung Jawab Sosial
Pengusaha bertanggung jawab untuk menyediakan barang berkualitas dengan harga yang wajar. Perlindungan konsumen memandu para pengusaha untuk memberikan tanggung jawab sosial.
Pembenaran Moral / Etis
Secara tradisional etika adalah bagian dari profesi saja, tetapi etika hari ini memainkan peran yang sangat penting dalam bisnis.
Intervensi Pemerintah
Jika pengusaha ingin menghindari intervensi pemerintah maka mereka tidak boleh terlibat dalam praktik perdagangan yang tidak adil sebab dapat merusak citra bisnis. 
Konsumen adalah Tujuan Bisnis
Tujuan dasar dari bisnis adalah untuk menciptakan lebih banyak pelanggan dan mempertahankan mereka dan pengusaha dapat menciptakan lebih banyak pelanggan hanya dengan memuaskan pelanggan dan melindungi kepentingan konsumen (yourarticlelibrary).

Etika lingkungan
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga (Hapzi Ali, 2018).

Sikap dasar atau prinsip etika lingkungan adalah sebagai berikut:
Sikap Hormat Terhadap Alam (Respect for Nature)
Prinsip Tanggung Jawab Moral Terhadap Alam (Moral Responsibility for Nature)
Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity)
Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian (Caring for Nature)
Prinsip ”No Harm”
Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam
Prinsip Keadilan
Prinsip Demokrasi
Prinsip Integritas Moral

Etika Pemasaran
Menurut Philip Kotler, Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Pedoman dan bidang etika terapan yang bertindak sebagai cahaya penuntun di balik operasi dan peraturan pemasaran. Seperangkat pedoman etika harus secara khusus diikuti oleh departemen manajemen dan pemasaran sembari mengerjakan berbagai strategi pemasaran dan kampanye pemasaran untuk mempromosikan produk dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan ke pasar sasaran (Hitesh Bhasin, 2018).
Tiga konsep etika dalam pemasaran menurut John R. Boatright adalah:
Fairness (Justice) 
Prinsip dasarnya bahwa transaksi dianggap adil ketika satu sama lain saling menguntungkan (mutually beneficial) dan memberikan informasi yang memadai.  Pertanyaan mengenai siapa yang memiliki kewajiban menyangkut informasi ini terbagi menjadi 2 doktrin tradisional dalam pemasaran, yaitu caveat emptor (biarkan pembeli berhati - hati) dan caveat venditor (biarkan penjual berhati - hati).
Freedom
Memberikan jangkauan pada pilihan konsumen juga pemasar tidak melakukan praktik manipulasi, dan mengambil keuntungan dari populasi yang tidak berdaya (anak - anak, orang miskin, dan kaum lansia.
Well-being
Suatu pertimbangan untuk mengevaluasi dampak sosial dari produk, periklanan, dan juga keamanan produk.

Pentingnya Etika Pemasaran 
Loyalitas Pelanggan
Membantu perusahaan untuk memenangkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan, penting bagi manajemen dan departemen pemasaran untuk menampilkan atribut perusahaan dan rincian produk dan layanan yang ditawarkan yang benar dan bonafid dalam setiap aspek.
Keuntungan jangka Panjang 
Kesetiaan pelanggan, kredibilitas yang tinggi di pasar dan di benak pelanggan, peningkatan pangsa pasar, peningkatan nilai merek, penjualan yang lebih tinggi, dan peningkatan pendapatan adalah sederet keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam jangka panjang dengan cara yang sukses.
Membangun kredibilitas 
Ketika perusahaan mengikuti nuansa etika pemasaran secara konsisten dan berkesinambungan dalam semua kampanye pemasaran dan promosi, menghasilkan faktor membangun kredibilitas untuk perusahaan dalam industry terutama kepada stakeholder.
Kepemimpinan
Ketika perusahaan memahami dan merumuskan pentingnya etika pemasaran sebagai salah satu tujuan krusialnya, perusahaan ini mencapai status sebagai pemimpin di pasar dengan merek kompetitif yang menghasilkan berbagai manfaat seperti basis pelanggan setia, penjualan yang lebih tinggi, dan peningkatan pangsa pasar, bekerja sebagai sumber inspirasi.
Memenuhi kebutuhan dan keinginan dasar manusia
Ketika perusahaan mampu memenuhi kebutuhan dasar dan keinginan pelanggan, ia akan menikmati manfaat jangka panjang seperti kesetiaan pelanggan, kepercayaan pada merek, kepercayaan pada penawarannya, dan publisitas dari mulut ke mulut yang akan memperoleh berbagai rujukan ke perusahaan.
Menampilkan budaya yang kaya
Berbagai manfaat dari lingkungan eksternal & lingkungan internal – karyawan termotivasi dan terus berusaha untuk membantu manajemen mencapai tujuan bisnis secara keseluruhan, merasa bangga bekerja dan asosiasi mereka dengan perusahaan dan mengungkapkan hal yang sama ke sirkuit sosial mereka yang menampilkan budaya perusahaan yang kaya dan asli di pasar.
Menarik bakat
Para profesional berbakat (karyawan internal, vendor atau konsultan) semakin terikat dengan perusahaan yang memahami dan mengikuti pentingnya etika pemasaran dorongan melakukan hal yang sama sehingga membantu perusahaan untuk mencapai tujuan.
Mencapai tujuan keuangan
Untuk tumbuh dan memperluas operasi bisnisnya, manajemen perusahaan selalu membutuhkan investor dan mitra keuangan yang menyediakan dana dan investasi 
Nilai merek yang ditingkatkan
Persaingan pasar secara keseluruhan, perusahaan yang mengikuti etika pemasaran menjual apa yang ditampilkan dalam kampanye iklannya, melebihi harapan pelanggan sehingga menjadikannya merek yang paling dapat dipercaya dan andal di pasar (Hitesh Bhasin, 2018).

Strategi Etika Marketing
Sebuah strategi pemasaran merinci bagaimana sebuah bisnis dapat menawarkan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan dari target pasar. Pemasaran etis memastikan bahwa kebutuhan adalah nyata dan bahwa produk dan layanan memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam jangka panjang, strategi pemasaran etis efektif karena pelanggan mendapatkan manfaat yang mereka harapkan dari menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan (Bert Markgraf, 2018).

Memahami Etika Bisnis & Tanggungjawab Sosial
Untuk menjadi tanggung jawab sosial adalah ketika organisasi peduli tentang orang, masyarakat dan lingkungan dengan siapa dan di mana ia melakukan bisnis. Dalam bentuknya yang paling dasar, pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial mengambil tindakan moral yang mendorong dampak positif pada semua pemangku kepentingan perusahaan. Tanggung jawab utama pemasar dalam aspek ini adalah untuk mengemas dan mengomunikasikan keputusan organisasi yang akan berdampak pada berbagai komunitas tempat mereka berinteraksi. Konsumen memiliki hak dan kekuasaan untuk memutuskan perusahaan mana yang berhasil atau gagal. 
Serangkaian pedoman umum dapat diterapkan untuk memastikan niat perusahaan disiarkan dan tercapai. 
Prinsip-prinsip praktik ini meliputi:
Standar kebenaran bersama dalam komunikasi pemasaran
Perbedaan yang jelas antara iklan dan sensasionalisme
Dukungan harus jelas dan transparan
Privasi konsumen harus dipertahankan setiap saat
Standar dan peraturan pemerintah harus dipatuhi dan dipraktekkan oleh para pemasar.
Norma Etika dan Nilai Etika Amerika untuk pemasar (Anastasia, 2015).

Aspek Utama Praktek Pemasaran Yang Bertanggungjawab Secara Sosial
Pemasaran yang sadar sosial membahas kekurangan praktik pemasaran tradisional dan mengikuti filosofi perhatian dan tanggung jawab. Falsafah ini menyatakan menurut Chron.com, bahwa praktik pemasaran perusahaan harus didasarkan pada kepuasan konsumen, gagasan inovatif, dan menawarkan nilai dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Di bawah ini adalah daftar aspek utama yang bergantung pada praktik pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial:
Orientasi konsumen
Perusahaan harus mendasarkan kebijakan dan operasi pada perspektif konsumen. 
Inovasi
Meningkatkan produk dan layanan secara inovatif meningkatkan pengalaman bagi pengguna, strategi pemasaran, kebijakan, dan kepribadian merek, secara berkelanjutan akan memposisikan perusahaan sebagai pengalaman inovatif untuk diulang dan diwariskan.
Nilai produk
Sebuah perusahaan yang menghasilkan produk-produk berharga, pengalaman yang sangat baik dan layanan pelanggan yang hebat tidak perlu menggunakan taktik penjualan dan tipu muslihat. 
Sense of Mission
Misi perusahaan yang didefinisikan dengan jelas akan membantu rencana, tujuan, dan praktik menjadi jelas. Dengan menempatkan kebaikan masyarakat dan perusahaan atas laba, perusahaan pasti akan melihat peningkatan jumlah konsumen yang bersedia membayar harga premium untuk produk mereka.
Dampak Pada Masyarakat
Pemasar yang bertanggung jawab secara sosial lebih fokus pada penyediaan produk yang diinginkan konsumen, mendapatkan umpan balik untuk perbaikan dan memberikan kembali kepada masyarakat (Anastasia, 2015).

Karakteristik Pemasaran Sosial Yang Bertanggung Jawab
Pemasar mendapatkan produk yang tepat untuk orang yang tepat pada waktu yang tepat. Sebuah perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran yang etis dan bertanggung jawab secara sosial akan mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari pelanggan yang mereka targetkan dan berinteraksi dengannya dalam jangka Panjang dengan karakteristik sebagai berikut:
Keamanan
Setiap produk atau layanan yang dapat berbahaya bagi kondisi kesehatan manusia, hewan atau lingkungan harus memiliki peringatan yang jelas. Setelah masalah diidentifikasi, perusahaan dapat mengumpulkan data untuk membantu meningkatkan produk dan mengurangi atau menghilangkan bahaya. Contohnya adalah restoran cepat saji yang menghilangkan penggunaan minyak terhidrogenasi bahkan sebelum lemak trans dilarang.
Kejujuran
Memastikan produk memenuhi kebutuhan yang dijanjikan, Iklan harus transparan tentang kemungkinan efek samping dan tidak membuahkan hasil, sehingga klien datang untuk menghormati kejujuran dari iklan Anda.
Transparansi
Setiap teknik untuk memanipulasi dan menyembunyikan fakta dan informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat merugikan perusahaan. 
Harga Etis
Mengumpulkan data tentang target pasar akan memberi informasi konsumen bersedia membayar untuk sebuah produk. Strategi penetapan harga harus didasarkan pada biaya overhead dan penawaran & permintaan.
Menghormati Privasi Pelanggan
Ketika pelanggan memberi kepercayaan dan mengizinkan mengakses informasi mereka, menjualnya untuk memimpin perusahaan atau mendapatkan informasi calon pelanggan tanpa izin adalah tidak etis dan merusak kepercayaan. 

Manfaat Mengintegrasikan Etika Menjadi Strategi Pemasaran
Moral Marketing Compass: Ini sangat penting dalam kemerosotan ekonomi, ketika praktik yang tidak etis menjadi menggoda.
Win-win Marketing: Fokus pada nilai pelanggan akan meningkatkan nilai perusahaan.
Menjaga Hukum Pemasaran
Niat baik dan reputasi yang kuat di antara klien dan rekan adalah manfaat yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. Pelanggan menjadi percaya bahwa perusahaan peduli dan mengaitkan merek tersebut dengan perasaan dan pengalaman yang menyenangkan dan menyebarkan berita.
Meningkatkan Kualitas Rekrutmen Dan Meningkatkan Retensi: Perusahaan yang baik menarik karyawan, pemasok, investor, dan pelanggan yang baik, yang akan senang membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Praktik pemasaran yang tidak etis, yang harus dihindari agar tidak merusak perusahaan:
Eksploitasi - hindari menggunakan taktik menakut-nakuti dan jual keras dan lindungi konsumen yang rentan.
Spam - hindari membanjiri pesan suara pelanggan, kotak surat, email, atau sarana komunikasi lain apa pun dengan pesan yang tidak diminta atau kemajuan agresif.
Bad Mouthing Competition - fokus pada nilai dan manfaat produk Anda dan tunjukkan nilai jual yang unik, konsumen cukup pintar untuk memilih produk yang lebih baik.
Iklan dan Informasi Menyesatkan - klaim berlebihan atau janji tidak jujur akan menyebabkan pelanggan tidak mempercayai Anda dan bahkan menentukan kegagalan merek Anda.
Sikap filantropis untuk hubungan masyarakat - memberi kepada badan amal semata-mata untuk penghapusan pajak akan membuat perusahaan tampak tidak berperasaan dan tidak peduli dan orang cenderung menghindar dari jenis perusahaan ini dan membelanjakan uang di mana mereka merasa para pemimpin dan pemasar sangat manusiawi dan ramah.





BAB III
METODE

Dalam melihat apakah bisnis yang beretika sudah diterapkan atau belum oleh perusahaan The Body Shop, penulis terlebih dahulu memaparkan definisi dan teori mengenai etika bisnis secara garis besar yang penulis peroleh dari materi perkuliahan dan membaca informasi melalui website. Selain itu penulis mengumpulkan informasi melalui situs resmi The Body Shop International dan situs resmi The Body Shop Indonesia, membaca pemberitaan yang berkaitan dengan aktivitas baik periklanan, survey dan penelitian yang menulis mengenai The Body Shop, serta kampanye yang dilakukan oleh The Body Shop. Dari seluruh informasi yang terkumpul penulis melakukan perbandingan dengan teori mengenai bisnis etik.



BAB IV
DISKUSI DAN HASIL
Dalam menjalankan bisnisnya, The Body Shop berusaha menerapkan perilaku etis yaitu bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang masyarakat dan individu biasanya pikirkan adalah nilai yang baik. Perilaku etis cenderung baik untuk bisnis dan melibatkan menunjukkan penghormatan terhadap prinsip-prinsip moral utama yang mencakup kejujuran, keadilan, kesetaraan, martabat, keragaman dan hak individu. 
Prinsip-prinsip yang ketika diikuti, mempromosikan nilai-nilai seperti kepercayaan, perilaku baik, keadilan, dan / atau kebaikan.Tidak ada satu pun standar yang konsisten yang diikuti oleh semua perusahaan, tetapi setiap perusahaan memiliki hak untuk mengembangkan standar yang berarti bagi organisasinya. Masalah etika Masalah atau situasi yang mengharuskan seseorang atau organisasi untuk memilih antara alternatif yang harus dievaluasi sebagai etis atau tidak etis.

Strategi Body Shop
The Body Shop terus konsisten memperlihatkan kepada masyarakat dunia bahwa sebuah brand kecantikan bukan saja memiliki kemampuan untuk menjadikan para penggunanya merasa cantik, tapi juga mampu membuat dunia jadi lebih baik dari waktu ke waktu sebab Body shop berhasil membedakan dirinya dengan lima nilai merek inti.
Kepedulian dan kepekaan The Body Shop terhadap lingkungan dan isu sosial dimasyarakat, ditunjukkan dalam lima slogan besarnya nilai (values) yaitu: 
Protect our Planet
Lindungi Planet kita - Komitmen jangka panjang untuk melindungi lingkungan dengan menerapkan daur ulang, penggunaan kembali, energi. Memperkenalkan tindakan daur ulang botol kosong lingkungan, meningkatkan kesadaran perlindungan lingkungan konsumen, dan mendukung penelitian dan pengembangan energi "terbarukan" dan "hijau".
Against Animal Testing
Melawan pengujian pada hewan - Setiap produk The Body Shop adalah bebas kekejaman hewan dan vegetarian, bahkan mereka adalah merek kosmetik internasional pertama yang diakui di bawah Standar Kosmetik Manusiawi untuk kebijakan Pengujian Terhadap Hewan.
Support Community Trade
Untuk perdagangan secara adil yang disebut Community Fair Trade kini bekerja dengan lebih dari 30 pemasok di lebih dari 20 negara, menyediakan lebih dari 25.000 orang di seluruh dunia dengan penghasilan penting untuk membangun masa depan mereka. Sebagian besar produk The Body Shop mengandung bahan Perdagangan Komunitas.
Activate Self Esteem
Aktifkan Harga Diri - Melalui propaganda, kegiatan untuk mendukung kesetaraan gender, melawan diskriminasi, dan mendorong semua orang untuk menerima penampilan dan kualitas alami, bukan kemasan propaganda yang megah untuk menjual produk mereka.
Defend Human Rights 
Membela Hak Asasi Manusia - The Body Shop percaya bahwa hak-hak alami, termasuk kebebasan berbicara, keamanan hidup dan properti, dan dinyatakan sebagai tindakan praktis untuk mendukung dan memelihara hak asasi manusia.

Menginjak usia ke-40 The Body Shop meluncurkan kampanyenya sebagai pelaku bisnis yang beretika yang menjadi arah penentu pengembangan bisnis The Body Shop. Komitmen ini memungkinkan The Body Shop untuk melindungi dan memelihara lingkungan serta masyarakat di setiap bagian dari bisnisnya yaitu penggunaan bahan dasar, produk, kemasan, toko, pegawai, pemasok, dan melalui kampanye (Indira Reskisari, 2016)
Komitmen baru akan memungkinkan The Body Shop untuk melindungi dan memelihara lingkungan serta masyarakat di setiap bagian dari bisnisnya: bahan dasar, produk, kemasan, toko, pegawai, pemasok, dan melalui kampanye.

Ada tiga pilar New Commitmen yang diusungnya, yaitu enrich our people, enrich our products, dan enrich our planet. 

The Body Shop memiliki target yang spesifik dan terukur yang diharapkan dapat tercapai di tahun 2020 yaitu: 

Enrich Our People 
Merupakan sebuah komitmen untuk merayakan keberagaman manusia dan menolak stereotype dalam dunia kecantikan, membayar harga yang adil untuk komunitas rekan dagang mereka, serta mendukung para pekerjanya untuk berkembang layaknya manusia.

Hingga Tahun 2020 The Body Shop berkomitmen untuk:
Memperbesar Program Community Trade Dari 19 Menjadi 40 Bahan Utama Dan Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup Dari Komunitas Yang Menghasilkannya
Rekan-rekan Community Trade membagikan pengalaman praktik, standar, dan pendekatan bisnis berkelanjutan terbaik dalam rantai pasokan dari teknik-teknik pertanian baru dan metode produksi yang lebih baik hingga dampak positif bagi masyarakat setempat dan ekosistem.
Membantu 40.000 Orang Untuk Memperoleh Kesempatan Kerja Di Seluruh Dunia.
Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi rendah dan termarginalkan, memiliki sebuah pekerjaan dapat merubah masa depan & memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka.
Menciptakan Kampanye Terbesar Sepanjang Sejarah Dengan Merangkul 8 Juta Orang Dalam Misi Enrich Not Exploit
Sebagai brand global yang terpercaya dengan sejarah aktivisme yang sukses, The Body Shop secara berbeda dapat menyuarakan kekhawatiran jutaan pelanggan mereka dan membujuk para pembuat keputusan di seluruh dunia untuk melakukan sesuatu demi perubahan positif yang berjangka panjang.
Meluangkan 250.000 Jam Untuk Memahami Dan Membantu Mengembangkan Komunitas-Komunitas Lokal.

Enrich Our Planet 
Merupakan komitmen The Body Shop untuk secara aktif membantu meningkatkan kekayaan hayati tempat bahan dasar alaminya berasal dengan cara melakukan berbagai macam aksi dan kampanye untuk melestarikan kekayaan alam.
Sedangkan arti dari kalimat “It's in our hand” adalah bahwa setiap manusia memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan sebuah perubahan postif di dunia ini.

 Hingga Tahun 2020 The Body Shop berkomitmen untuk:
Memastikan 100% Bahan-Bahan Alami Berasal Dari Sumber Yang Lestari, Melindungi 10.000 Hektar Hutan Dan Habitat Lainnya.
Melestarikan habitat-habitat ini sama dengan melindungi berbagai macam sumber daya untuk generasi selanjutnya selagi melindungi cara hidup masyarakat pedalaman
Mengurangi Dampak Lingkungan Yang Disebabkan Oleh Produk-Produk The Body Shop Setiap Tahunnya.
Seluruh produk akan kembali ke alam pada tahap tertentu baik ketika mereka masih digunakan atau ketika sudah dibuang. The Body Shop merasa harus dapat menghitung potensi dampak lingkungan dari produk-produk mereka dan menentukan target untuk mengurangi dampak tersebut di masa depan.
Mempublikasikan Bahan-Bahan Yang Digunakan, Baik Yang Alami Maupun Tidak Alami, Dan Mempublikasikan Proses Biodegradasi Serta Jumlah Air Yang Digunakan Dalam Produk.
The Body Shop ingin menjadi transparan dan melewati standar ini, dan tentunya memerlukan izin dari manajemen senior untuk diluncurkan. Mungkin mereka akan meluncurkan produk-produk yang tidak memenuhi standar kategori ini, tapi setiap produk akan mengalami perbaikan dari tahun ke tahun untuk menyesuaikan diri terhadap standar lingkungan ini.
Mengembangkan Inovasi Yang Memberdayakan Bahan-Bahan Dasar Dari Keberagaman Hayati Yang Ada Di Seluruh Dunia, Dan Membantu Memperkaya Daerah-Daerah Penghasilnya.
Inovasi bahan dasar sangat penting bagi bisnis, memungkinkan The Body Shop untuk dapat mengembangkan produk-produk baru yang lebih baik. Keberagaman hayati planet bumi adalah sebuah sumber luar biasa untuk melakukan inovasi pada bahan dasar, dan beberapa kawasan yang kaya akan keberagaman hayati juga memerlukan perhatian lebih. Program mereka akan memilih bahan tertentu yang dapat mendorong kinerja produk-produk dan membantu menjaga keberlangsungan hidup spesies tertentu, ekosistem yang lebih luas, dan masyarakat setempat merupakan komitmen The Body Shop untuk secara aktif membantu meningkatkan kekayaan hayati tempat bahan dasar alaminya berasal dengan cara melakukan berbagai macam aksi dan kampanye untuk melestarikan kekayaan alam.

Enrich Our Products 
Memiliki arti bahwa produk The Body Shop yang terinspirasi dari keanekaragaman alam dan kebudayaan masyarakat di seluruh dunia ini mampu memberikan manfaat, memperkaya, serta memberikan nutrisi tanpa memberi janji yang menyesatkan.

Hingga Tahun 2020 The Body Shop berkomitmen untuk:
Membantu komunitas-komunitas lokal untuk hidup berkelanjutan dengan membangun bio-bridges, melindungi dan menghidupkan kembali 75 juta meter persegi habitat mereka
Musnahnya habitat yang banyak disebabkan oleh perluasan lahan pertanian dan eksploitasi produk hutan secara berlebih merupakan ancaman terbesar bagi keberagaman hayati planet bumi. Hal ini sangat penting sebagai bagian masyarakat dunia, tapi secara khusus juga membahayakan masa depan bahan-bahan dasar yang menjadi bagian utama dari rantai pasokan The Body Shop. 
Mengembangkan Tiga Inovasi Kemasan Baru Yang Berkelanjutan Dan Ramah Lingkungan.
Kemasan yang berkelanjutan membantu mereka dan pelanggan untuk mengurangi dampak lingkungan dengan mengonsumsi sumber daya yang lebih sedikit saat produksi dan meningkatkan intensitas daur ulang. Perlu memikirkan kembali bagaimana produk-produk dikemas dengan berinovasi dalam menciptakan dan menggunakan material serta desain kemasan.
Menggunakan 100% Carbon Balanced Energy Atau Energi Terbarukan Untuk Store The Body Shop
Penggunaan energi tak terbarukan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca berkontribusi terhadap perubahan iklim dunia. Untuk membantu menghadapi perubahan iklim, bisnis di seluruh dunia harus menemukan solusi terbarukan untuk kebutuhan energi mereka dan begitu juga dengan The Body Shop
Mengurangi Dampak Lingkungan Yang Disebabkan Oleh Pembaruan Store The Body Shop
Penggunaan tidak berkelanjutan dari bahan-bahan dasar sangat berkontribusi terhadap penghabisan sumber daya alami planet bumi, dan penggunaan energi fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti CO2 yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. 
Memastikan 70% Total Kemasan Produk Tidak Mengandung Bahan Bakar Fosil
Ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil harus berhenti sebab merupakan bentuk kontribusi utama terhadap perubahan iklim. Dengan mengurangi penggunaannya, harapannya akan juga mengakhiri penggunaan plastik yang terbuat dari minyak. The Body Shop mendukung prinsip menjaga bahan bakar fosil tetap di tanah.
Mengurangi Konsumsi Energi Sebesar 10% Untuk Semua Store (Target Internal 2016)
Sebagai sebuah bisnis yang memiliki perhatian khusus untuk keberlanjutan lingkungan, The Body Shop ingin segera memulai program efisiensi energi di tahun pertama komitmen mereka. Hal ini akan membantu membangun momentum dan keterlibatan pekerja dalam inisiatif lingkungan yang lainnya.

Komitmen terbaru ini sengaja diciptakan dengan tujuan untuk membuat bisnis global mereka menjadi sebuah bisnis yang paling beretika dan menjadi sebuah landasan untuk menciptakan sebuah perubahan positif untuk kehidupan masyarakat. Ketiga pilar yang memiliki 14 goals ini diharapkan akan terpenuhi pada tahun 2020.

Penerapan Etika Sumber Daya Manusia oleh The Body Shop
Pekerja The Body Shop yang berjumlah 25000 merupakan orang-orang yang memiliki keahlian khusus di berbagai bidang seperti retail, manajemen rantai pasokan, pemasaran, keuangan, dan teknologi informasi. Kemampuan dan semangat pekerja memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif terhadap masyarakat di sekitar tempat kerja mereka. The Body Shop tahu bahwa keberhasilan bisnis bergantung pada karyawan sehingga merangkul segala sesuatu yang unik tentang individu dan memanfaatkan perspektif dan pengalaman mereka yang berbeda akan menambah nilai pada cara berbisnis dan menumbuhkan bisnis melalui inovasi.

The Body Shop bertujuan untuk menarik, merekrut, dan mempertahankan talenta yang berkembang dari kumpulan bakat seluas mungkin dan dengan demikian mendapatkan wawasan ke pasar yang berbeda dan menghasilkan kreativitas yang lebih besar dalam mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan terus berupaya menciptakan lingkungan yang produktif, mewakili dan responsif terhadap berbagai budaya dan kelompok, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Membuka peluang yang setara bagi pemberi kerja dan secara positif mendorong aplikasi dari kandidat yang memenuhi syarat dan memenuhi syarat tanpa memandang jenis kelamin, ras, cacat tubuh, usia, orientasi seksual, penugasan gender, agama atau keyakinan, status perkawinan, atau kehamilan dan kehamilan.


Penerapan Etika Kemitraan bisnis oleh The Body Shop
The Body Shop berusaha menunjukkan pada target pasarnya bahwa semua produk-produknya dibuat dengan kecintaan mereka terhadap dunia, menghargai kehidupan ini, spirit individu, dan komitmen untuk melakukan perdagangan yang adil (fair trade). The Body Shop menggunakan produk-produknya untuk menyebarkan ide-ide Fair Trade serta nilai-nilai globalisasi yang berbasis kemanusiaan. Fair trade memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan lebih baik, dan menjamin hak-hak produsen dan pekerja yang terpinggirkan terutama di selatan, juga memasukkan nilai-nilai akan kecantikan yang natural, lingkungan, serta menghargai integritas masyarakat sosial dengan memberi keadilan bagi para sumber daya manusianya pada bisnisnya tersebut.  Oleh karena itu, tiap produknya digarap dengan bahan berkualitas tinggi secara etis dan bertanggung jawab yang menghasilkan produk – produk inovatif.

Penerapan Etika Konsumen oleh The Body Shop
Pada tahun 1996 The Body Shop meluncurkan The Body Shop at Home berupawebsite aktif yang menjadi medium komunikasi dengan para konsumen, sehingga pelanggan dapat memesan seorang konsultan tanpa biaya untuk mengunjungi rumah mereka guna mendemonstrasikan berbagai produk The Body Shop.  

Penerapan Etika Pemasaran oleh The Body Shop
The Body Shop juga melaksanakan program sales promotion “buy one get one”, dan inovasi sales promotion lainnya pada waktu-waktu tertentu di outletnya seluruh dunia. 
Analisis pemasaran Body Shop mempunyai Nilai merek tinggi terutama produk perawatan kulit dimana produk berbasis alami yang ramah lingkungan. Platform merek nilai pelanggan Kecantikan yang menjadikan The Body Shop berbeda dengan produk lain (point of parity):
Produk yang berkualitas dengan menggunakan bahan alami juga tersedia kosmetik untuk pria
Citra etis
Melindungi planet
Mengungkapkan kesadaran lingkungan 
Terlibat dalam sosial dan lingkungan
Anti pengujian terhadap hewan

Penerapan Etika Lingkungan oleh The Body Shop

Berikut ini adalah sejarah The Body Shop mengkampanyekan anti pengujian pada hewan:
1989 The Body Shop mulai berkampanye untuk mengakhiri pengujian hewan dalam kosmetik. Kami adalah perusahaan kosmetik global pertama yang melawan kekejaman ini.
1998 Setelah kampanye berkelanjutan kami, pemerintah Inggris melarang pengujian hewan untuk produk dan bahan kosmetik.
2003 Kampanye oleh The Body Shop dan BUAV (British Union untuk Penghapusan Biologi, sekarang Cruelty Free International) berkontribusi pada larangan Uni Eropa pada pengujian hewan dalam produk kosmetik.
2009 Uni Eropa menerapkan larangannya pada pengujian hewan dalam bahan kosmetik.
2013 Kami merayakan sejarah. Penjualan dan impor produk dan bahan yang diuji pada hewan dilarang, menyelesaikan larangan UE. Kampanye kami dengan Cruelty Free International mengumpulkan 1 juta tanda tangan.
2017 Kami mencapai 3 juta tanda tangan dalam kampanye dengan Cruelty Free International.
2018 Kami mencapai 8 juta tanda tangan dalam kampanye  dengan Cruelty Free International. Kami membawa petisi kami ke PBB untuk melarang pengujian hewan di dunia kosmetik.

Produk The Body Shop menjalani pengujian ekstensif untuk memastikannya aman dan efektif tetapi masih bebas kekejaman. Kami menggunakan tiga metode pengujian utama yang melibatkan data komputer, jaringan buatan laboratorium, dan orang-orang:
Analisis in-silico (berbasis komputer) menggunakan data yang tersedia untuk membantu menilai kecocokan bahan yang sama melalui ekstrapolasi.
Kulit yang diproduksi laboratorium tumbuh dari sel-sel kulit manusia. Hal ini memungkinkan kita untuk melakukan pemeriksaan keamanan pada sel-sel yang bereaksi dengan cara yang hampir sama seperti kulit manusia, tanpa merugikan orang atau hewan.
Untuk memastikan toleransi yang baik pada orang, The Body Shop menguji produk menggunakan pengujian tambalan, melibatkan menempatkan sejumlah kecil produk pada kulit seseorang untuk memastikan bahwa itu aman dan efektif, biasanya pada tahap akhir pengujian formula baru.
Akan melakukan uji coba pengguna yang dikontrol di mana orang menguji produk kami untuk kompatibilitas kulit dan efektivitas kosmetik, di bawah pengawasan ahli medis bila diperlukan.

Botol kemasan dari produk The Body Shop yang baru, yaitu Rain forest Hair Care dan Earth Lovers shower gel dibuat dari bahan daur ulang, yang akan didaur ulang lagi. Hal ini sesuai dengan tagline produk The Body Shop terbaru, yaitu Eco-Conscious, dan produknya biodegradable atau dengan kata lain, produknya dapat diurai dan ramah terhadap lingkungan. Sementara kegiatan-kegiatan kepedulian dan social campaign di atas merupakan perpanjangan tangan dari kentalnya program public relation mereka.
Dimensi aktivisme sosial perusahaan mulai muncul pada tahun 1986 ketika The Body Shop mengajukan aliansi dengan Greenpeace di Britania Raya untuk menyelamatkan hiu. 
Pada pertengahan tahun 1990-an, The Body Shop menjadi pionir dalam penciptakan audit sosial yang digunakan untuk menjaga nilai-nilai perusahaan seperti Community Trade yang merupakan sebuah konsep yang mendorong mereka untuk membangun komunitas lokal di sekitar wilayah operasi rantai pasokan The Body Shop. Community Trade pertama dimulai pada tahun 1987 dengan membangun sebuah komunitas kecil di India Selatan, yang terus menjadi pemasok kunci hingga hari ini. The Body Shop terus membangun kemitraan dengan komunitas-komunitas di lebih dari 20 negara yang seringkali dianggap kecil atau diremehkan baik oleh masyarakat lokal sendiri maupun oleh perusahaan lain.  

Corporate Social Responsibility Yang Dilakukan Oleh The Body Shop
The Body Shop juga menggalakkan kampanye-kampanye bersifat sosial ke wilayah pemasarannya seperti ‘Stop Violence in the Home’, ‘Stop HIV : Spray to change attitudes’, dan ‘Traficking is Torture’. Di samping itu, The Body Shop mendirikan The Body Shop Foundation sebagai program charity (amal) mereka dengan fokus pada hak asasi manusia, dan perlindungan terhadap hewan dan lingkungan.




BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan
Dari perjalanan The Body Shop tersebut, dapat dilihat bahwa perusahaan tersebut tidak tanggung-tanggung mendedikasikan program kerja perusahaannya untuk kemanusiaan.  Tidak sekedar untuk mendapatkan keuntungan dan keuangan, tetapi juga menerapkan tanggung jawab sosial perusahaannya kepada lingkungan dan masyarakat. 
Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility merupakan etika bisnis yang sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan agar dapat bertahan di masa yang akan datang. Perusahaan tidak harus selalu mementingkan keuntungan dan keuangan, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap karyawan, masyarakat, dan lingkungan alam. 
Penerapan tanggung jawab sosial perusahaan dilakukan oleh The Body Shop dengan berpegang pada lima prinsip dasar kerja The Body Shop yaitu tidak menggunakan binatang pada uji coba produk, tidak mengeksploitasi pekerja, mendorong setiap perempuan menerima dan menggali potensi diri, mendukung pejuang hak-hak asasi manusia dan menjalankan prinsip-prinsip dasar ramah lingkungan dan lima slogan besarnya: Protect our Planet, Against Animal Testing, Support Community Trade, Activate Self Esteem, dan Defend Human Rights.  Dengan begitu, The Body Shop mendapatkan citra perusahaan yang baik karena berfokus kepada kepentingan publik, kekerasan dalam keluarga, kesehatan ibu dan anak, bencana alam, dan kegiatan sosial lainnya, sehingga perusahan ini sukses merebut perhatian dari para pelangganannya.
Almond Hand & Nail Cream ini bukan hanya menjadi sebuah simbol nilai-nilai baru The Body Shop, namun benar-benar dimaksudkan untuk membawa perubahan positif pada dunia dan masyarakatnya. Karena setiap satu buah hand cream berukuran 100ml ini terjual, maka uang sejumlah Rp30.000,- akan didonasikan kepada The Body Shop Foundation demi mendukung visi dan misi mereka untuk melindungi dan memperkaya planet, melindungi lautan dan satwa, serta tentunya memperkuat komunitas masyarakat lokal (Arinda Christi, 2016)

 Rekomendasi
Diferensiasi produk berarti bahwa perusahaan yang didirikan memiliki identifikasi merek dan loyalitas pelanggan, yang berasal dari perbedaan produk, atau hanya menjadi yang pertama ke dalam industry (Porter, 1980). Praktik ramah lingkungan dan etis yang ditujukan kepada The Body Shop menunjukkan dedikasi bisnis mereka untuk dapat digambarkan sebagai kompetensi inti mereka dalam industri. 
Sangat jelas untuk melihat bahwa kompetensi inti The Body Shop tidak hanya tercermin di seluruh rentang produk mereka, tetapi terbukti di seluruh kegiatan bisnis mereka, dari penggunaan minimal kemasan produk, hingga tata letak toko. Memiliki kode etik membantu perusahaan mendefinisikan dan mempertahankan standar perilaku yang dapat diterima. Kerangka etika yang baik dapat membantu memandu perusahaan  seperti pertumbuhan yang cepat atau perubahan organisasi, dan mengurangi kerentanan perusahaan terhadap pelanggaran. Memastikan praktik etis di tempat kerja, seperti dengan kebijakan personel, dapat mencegah litigasi atau denda yang mahal di masa depan.
The Body Shop harus menjaga agar  konsumen tidak bosan dengan merek The Body Shop dan harus dapat bersaing dengan merek lain karena banyak merek lain yang mengadopsi filosofi kecantikan yang sama. The Body Shop kini menghadapi persaingan ketat dengan munculnya sejumlah merek kelas atas seperti Dr Hauschka, Chantecaille dan rivalnya asal Inggris yakni Lush dan Neal Yard. Semua merek itu mengusung filosofi sama dengan The Body Shop. Kampanye dan komitmen The Body Shop sebagai bisnis yang beretika harus terus digaungkan secara aktif dan berkelanjutan, disamping menjaga kualitas mutu produk yang berkelanjutan, terutama dalam menyamakan visi dan misi perusahaan induk Loreal sehingga kepercayaan masyarakat terhadap nilai nilai yang diusung dapat makin ditingkatkan dan mengajak masyarakat dunia untuk menghidupi misi yang sama.



Daftar Pustaka

Hapzi Ali, 2018. Modul 1-6 BE & GG, Univeristas Mercu Buana
Melissa Horton, 2018.https://www.investopedia.com/ask/answers/040815/why-are-business-ethics-important.asp (15 September 2018 Pukul 21.00 WIB)
Novia Widya Utami, 2017.https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-dalam-perusahaan novia widya utami (10 September 2018, Pukul 10:00 WIB)
Novia Widya Utami, 2017.https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pendekatan-dan-prinsip-etika-bisnis-dalam-perusahaan (10 September 2018, Pukul 10:30 WIB)
Anonym-1, https://smallbusiness.chron.com/examples-business-ethics-workplace-10830.html (9 September 2018, Pukul 19:00 WIB)
Novia Widya Utami, 2017.https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pendekatan-dan-prinsip-etika-bisnis-dalam-perusahaan (10 September 2018, Pukul 10:30 WIB)
Kartika Shari,2017 http://www.businessmanagementideas.com/essays/professional-ethics/essay-on-professional-ethics-profession-management/17261 (10 September 2018, Pukul 15:00 WIB)
Thomson Gale, 2007.https://www.encyclopedia.com/finance/finance-and-accounting-magazines/ethics-marketing (3 Oktober 2018, Pukul 22.28 WIB)
Anastasia, 2015.https://www.cleverism.com/social-responsibility-ethics-marketing/ (4 Oktober 09:02 WIB)
Zakky, 2018.https://www.zonareferensi.com/pengertianetika/
(12September2018, Pukul 09:00WIB)
Anomym-2. http://www.businessdictionary.com/definition/personal-ethics.html. (11 September 2018, Pukul: 13:00 WIB)
Anonym-3 http://www.businessdictionary.com/definition/code-of-ethics.htm
Yuhan Zhang https://naturalcosmeticslovers.wordpress.com/brand-inventory/the-body-shop/the-body-shop-strategy/(29 September 2018, Pukul 19:00 WIB)
https://www.slideshare.net/goncalveschloe/marketing-analysis-body-shop-29638971 (29 September 2018, Pukul 22:07 WIB)
Anonym-4. http://www.markedbyteachers.com/university-degree/business-and-administrative-studies/the-strategy-of-the-body-shop.html (29 September 2018, Pukul 22:30 WIB)
Ted Jackson, 2017.https://www.clearpointstrategy.com/56-strategic-objective-examples-for-your-company-to-copy/ (29 September 2018, Pukul 23:10 WIB)
Anonym-5. http://www.markedbyteachers.com/university-degree/business-and-administrative-studies/corporate-strategy-the-body-shop.html(30 September 2018, Pukul 14:00 WIB)
Anonym-6. https://study.com/academy/lesson/what-is-a-business-definition-characteristics-examples.html (30 September 2018, Pukul 20:17 WIB)
http://www.businessdictionary.com/definition/ethical-behavior.html (30 September 2018, Pukul 21:10 WIB)
http://www.businessdictionary.com/definition/ethical-standards.html( 1 Oktober 2018, Pukul 19:00 WIB)
Indira Reskisari, 2016.https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/16/02/12/o2ey7y328-the-body-shop-berkomitmen-jadi-perusahaan-paling-beretika (3 Oktober 2018, Pukul 10:20 WIB)
https://www.thebodyshop.co.id/commitment/( 4 Oktober 2018, Pukul 15:20 WIB)
https://www.thebodyshop.com/en-gb/about-us (4 Oktober 2018, Pukul 17:30 WIB)
http://www.thebodyshop.co.id (5 Oktober 2018, Pukul 11:20 WIB)
https://id.linkedin.com/company/pt.monica-hijau-lestari-the-body-shop-indonesia-(7 Oktober 2018, Pukul 08:20 WIB)
http://www.businessdictionary.com/definition/code-of-ethics.html( 5 Oktober 2018, Pukul 10:17 WIB)
http://www.businessdictionary.com/definition/ethical-issue.html ( 5 Oktober 2018, Pukul 12:20 WIB)
Arinda Christi, 2016. http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/5/2016/10093/simbol-komitmen-baru-the-body-shop 5.50 (8 Oktober 2018, Pukul 13:20 WIB)
Choirul Arifin, 2017. http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/02/13/loreal-keluarkan-the-body-shop-dari-portofolio-bisnis-karena-penjualan-turun. ( 8 Oktober 2018, Pukul 17:10 WIB)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar